Langsung ke konten utama

Pengaruh Media Sosial Terhadap Konflik Keagamaan di Masyarakat Oleh: Syukur Widodo, S.Pd.I

Pengaruh Media Sosial Terhadap Konflik Keagamaan di Masyarakat Oleh: Syukur Widodo, S.Pd.I

dok. pondoklentera.com


Pengaruh Media Sosial Terhadap Konflik Keagamaan di Masyarakat

Oleh: Syukur Widodo, S.Pd.I[1]

 

ABSTRAK

Sukur Widodo, Pengaruh Media Sosial Terhadap Konflik Keagamaan di Masyarakat. Karya Tulis Ilmiah. Purworejo: Penyuluh Agama Islam Ahli Muda Kankemenag Kabupaten Purworejo.

Penulisan Karya Tulis Ilmiah ini bertujuan untuk mendiskripsikan dan menganalisis pengaruh media social terhadap konflik keagamaan di masyarakat di wilayah Kabupaten Purworejo. Dengan hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi berarti bagi upaya Kementerian Agama khususnya dan pemerintah pada umumnya, dalam rangka menciptakan kerukunan antar agama dan kerukunan umat beragama untuk menjaga NKRI.

Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif, dengan mengambil latar kondisi masyarakat di lingkungan Kab. Purworejo  serta penyebaran berita dan informasi di berbagai media social. Pengumpulan di lakukan dengan pengamatan dan dokumentasi. Sedangkan analisis data menggunakan metode analisis induktif.

Hasil penelitian menunjukkan: 1). Sosial media adalah sebuah media untuk bersosialisasi satu sama lain dan dilakukan secara online yang memungkinkan manusia untuk saling berinteraksi tanpa dibatasi ruang dan waktu. 2). Konflik Keagamaan adalah perselisian atau pertikaian, yang berkaitan dengan nilai, klaim, dan identitas yang melibatkan isu, slogan maupun ungkapan keagamaan. Penyebab konflik adalah; perbedaan antar perorangan, perbedaan kebudayaan, perbedaan kepentingan, perubahan sosial. 3). Media sosial sangat berpengaruh terhadap konflik keagamaan, dengan adanya berita palsu atau hoax. Karena memang ada yang diuntungkan dengan menciptakan berita- berita palsu.

 

I.            Pendahuluan

A.    Latar Belakang

Teknologi informasi, berkembang begitu cepat. Salah satu anak kandung yang lahir dari pesatnya teknologi informatika itu adalah media social. Dengan media social manusia dengan mudah mendapatkan informasi, begitu juga juga sebaliknya. Dengan media social manusia dengan mudah dan cepat menyebarkan informasi.

Yang menjadi titik krusial permasalahan di sini adalah, tidak semua informasi atau berita yang disebarkan itu positif, bahkan banyak yang negatife. Sering berita yang diinformasikan sengaja di manipulasi dan putarbalikkan faktanya. Tentu hal ini, dapat menyebabkan konflik dimasyarakat.

Terlebih, apabila informasi yang palsu itu beredar di media social itu berkaitan dengan masalah keagamaan. Tentu akan sangat merusak ketentraman dan kerukunan dalam kehidupan bermasyarakat, beragama dan bernegara.

Berkenaan hal- hal tersebut di atas, maka perlu diamati dan observasi tentang “Pengaruh Media Sosial Terhadap Konflik Keagamaan”, supaya kita dapat mengetahui dampaknya. Selanjutnya, apabila ada pengaruh yang signifikan, maka perlu diambil langkah- langkah dan tindakan yang progresif. Sehingga, sebagaimana peristiwa Timur Tengah antara rentang waktu tahun 2010 s/d 2015 tidak terjadi di Indonesia. minimal, mereduksi adanya konflik keagamaan, atau diam sama sekali, untuk tidak memperkeruh konflik itu sendiri.

B.     Rumusan Masalah

1.      Apa media social itu?

2.      Mengapa ada konflik keagamaan?

3.      Bagaimana pengaruh informasi, informasi palsu dan editing terhadap konflik keagamaan?

C.     Tujuan Penelitian

1.      Untuk memahami tentang media social.

2.      Mengetahui dampak positif dan negative media social, sebagai referensi dalam menyampaikan materi bimbingan dan penyuluhan.

 

II.            PEMBAHASAN

A.    Pengertian Media Sosial

Sosial media adalah sebuah media untuk bersosialisasi satu sama lain dan dilakukan secara online yang memungkinkan manusia untuk saling berinteraksi tanpa dibatasi ruang dan waktu. Sosial media dapat dikelompokkan menjadi beberapa bagian besar yaitu:

1.      Social Networks, media sosial untuk bersosialisasi dan berinteraksi ( Facebook, myspace, hi5, Linked in, bebo, dll).

2.      Discuss, media sosial yang memfasilitasi sekelompok orang untuk melakukan obrolan dan diskusi (google talk, yahoo! M, skype, phorum, dll).

3.      Share, media sosial yang memfasilitasi kita untuk saling berbagi file, video, music, dll (youtube, slideshare, feedback, flickr, crowdstorm, dll).

4.      Publish, (wordpredss, wikipedia, blog, wikia, digg, dll).

5.      Social game, media sosial berupa game yang dapat dilakukan atau dimainkan bersama-sama (koongregate, doof, pogo, cafe.com, dll)

6.      MMO (kartrider, warcraft, neopets, conan, dll).

7.      Virtual worlds (habbo, imvu, starday, dll).

8.      Livecast (y! Live, blog tv, justin tv, listream tv, livecastr, dll).

9.      Livestream (socializr, froendsfreed, socialthings!, dll).

10.  Micro blog (twitter, plurk, pownce, twirxr, plazes, tweetpeek, dll).[2]

B.     Mengapa Terjadi Konflik Keagamaan

Konflik di masyarakat merupakan sesuatu yang tidak dapat dielakkan. Hal ini tak lepas dari sebuah keniscayaan atas bawaan (baca: fitrah) keberagaman manusia sebagai unsur dalam kehidupan masyarakat.

Sebagaimana dikemukakan oleh Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X. Pada Hakekatnya keberagaman adalah konsep Tuhan dalam misteri penciptaan alam semesta ini. Bahwa tidak ada satu ciptaannya yang identic sama, pastilah ada banyak perbedaan meski sekilas nampak sama. Dalam hal ini, sangatlah jelas bahwa keberagaman merupakan realita yang terjadi atas kehendak Sang Adi Kodrati.[3]

Begitu juga sebagaimana di kemukakakn oleh M. Quroish Shihab “Saudara keragaman dan perbedaan adalah keniscayaan yang dikehendaki Allah untuk seluruh makhluk, termasuk manusia. Sebagaimana Firman Allah SWT[4]:

وَاَ نْزَلْنَاۤ اِلَيْكَ الْكِتٰبَ بِا لْحَـقِّ مُصَدِّقًا لِّمَا بَيْنَ يَدَيْهِ مِنَ الْكِتٰبِ وَمُهَيْمِنًا عَلَيْهِ فَا حْكُمْ بَيْنَهُمْ بِمَاۤ اَنْزَلَ اللّٰهُ وَلَا تَتَّبِعْ اَهْوَآءَهُمْ عَمَّا جَآءَكَ مِنَ الْحَـقِّۗلِكُلٍّ جَعَلْنَا مِنْكُمْ شِرْعَةً وَّمِنْهَا جًاۗوَلَوْ شَآءَ اللّٰهُ لَجَـعَلَـكُمْ اُمَّةً وَّا حِدَةً وَّلٰـكِنْ لِّيَبْلُوَكُمْ فِيْ مَاۤ اٰتٰٮكُمْ فَا سْتَبِقُوا الْخَـيْـرٰتِۗاِلَى اللّٰهِ مَرْجِعُكُمْ جَمِيْعًا فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ فِيْهِ تَخْتَلِفُوْنَ.

 

Artinya: "Dan Kami telah menurunkan Kitab (Al-Qur'an) kepadamu (Muhammad) dengan membawa kebenaran, yang membenarkan kitab-kitab yang diturunkan sebelumnya dan menjaganya, maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang diturunkan Allah dan janganlah engkau mengikuti keinginan mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu. Untuk setiap umat di antara kamu, Kami berikan aturan dan jalan yang terang. Kalau Allah menghendaki, niscaya kamu dijadikan-Nya satu umat (saja), tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap karunia yang telah diberikan-Nya kepadamu, maka berlomba-lombalah berbuat kebajikan. Hanya kepada Allah kamu semua kembali, lalu diberitahukan-Nya kepadamu terhadap apa yang dahulu kamu perselisihkan,"(QS. Al-Ma'idah 5: Ayat 48)[5]

Berdasar uraian di atas, maka keberagaman dan perbedaan merupakan sebuah keniscayaan, entah itu secara fisik, geografi, sosiologi antropologi, psikologi, pengetahuan serta pemahaman dan lain- lain. Keberagaman dan perbedaan manusia tersebut tentu merupakan sebuah potensi yang dapat menimbulkan konflik, dalam skala kecil maupun besar.

Terlebih Allah berfirman dalam Al Qur’an Surat Al An’am ayat 65:

قُلْ هُوَ الْقَا دِرُ عَلٰۤى اَنْ يَّبْعَثَ عَلَيْكُمْ عَذَا بًا مِّنْ فَوْقِكُمْ اَوْ مِنْ تَحْتِ اَرْجُلِكُمْ اَوْ يَلْبِسَكُمْ شِيَـعًا وَّيُذِيْقَ بَعْضَكُمْ بَأْسَ بَعْضٍۗاُنْظُرْ كَيْفَ نُصَرِّفُ الْاٰ يٰتِ لَعَلَّهُمْ يَفْقَهُوْنَ

 

Artinya: "Katakanlah (Muhammad), "Dialah yang berkuasa mengirimkan azab kepadamu, dari atas atau dari bawah kakimu atau Dia mencampurkan kamu dalam golongan-golongan (yang saling bertentangan) dan merasakan kepada sebagian kamu keganasan sebagian yang lain." Perhatikanlah, bagaimana Kami menjelaskan berulang-ulang tanda-tanda (kekuasaan Kami) agar mereka memahami(nya)." (QS. Al-An'am 6: Ayat 65)[6]

Pada Surat Al Maidah ayat 48 Allah telah menjelaskan bahwa Allah sengaja menciptakan adanya keberagaman, sebagai ujian bagi manusia. Selanjutnya pada Surat Al An’am ayat 65 Allah Kuasa untuk mengadzab manusia dengan konflik, yaitu; mempertemukan satu golongan dengan golongan lain yang saling merasakan keganasan. Hal ini bisa dimaknai saling menghujat, mencaci dan menyebarkan fitnah atau hoax. Yang paling parah adalah saling bunuh, yang bisa berimplikasi kategori dosa besar apabila membunuh tanpa haq.

Konflik juga bisa terjadi karena factor Pendidikan maupun kadar pemahaman seseorang atau kelompok. Jadi, kehidupan di dunia ini tidak akan terlepas dari konflik, dalam sekala kecil maupun besar. Maka, konflik harus mampu diredam, diminimalisir dan dimanage. Disinilah pentingnya pemimpin, bahkan Rosulullah SAW., memerintahkan untuk menunjuk pemimpin jika kita ada 3 orang lebih.

C.     Pengaruh Media Sosial Terhadap Konflik Keagamaan

Sebagaimana di sampaikan oleh Rhenald Kasali pada Canal Youtubenya Rhenal Kasali “Donald Trump Akhirnya Ditangkap. Situasi Global Berubah Lagi”, dampak dari berita disampaikan secara fake (baca; palsu), maka akan menimbulkan: pertama, mendistorsi kebenaran. Kedua, mengikis kepercayaan public kepada para pemimpin dan tokoh- tokoh public. Ketiga, mengancam keselamatan umum merusak reputasi dan juga keamanan nasional. Keempat, menimbulkan ketidakpastian informasi. Kelima, menimbulkan situasi paradoks.

Deep Fakes: A Looming Challenge for Privacy Democracy, and National Security “Chesney & Citron (2018)”

Ada pihak yang diuntungkan dengan menciptakan berita- berita palsu[7]

Dari pernyataan Rhenal Kesali jelas media social dapat dimanfaatkan untuk menyebarkan berita atau informasi palsu. Maupun untuk memutar balikkan fakta (perang hibrida) dengan tujuan konflik itu sendiri. Maka dalam bermedia social kita harus, mengecek kebenaran berita (tabayyun) dan bijak dalam bermedia social. Sehingga konflik keagamaan tidak sampai merusak kerukunan dan persatuan bangsa.

Meminjam istilah antropologi ada yang namanya istilah culture lag (ketertinggalan/ ketimpangan budaya). Hal ini juga turut memperkeruh konflik keagamaan dimasyarakat, sebagai dampak dari lahirnya handphone dan media social.

Untuk itu Penyuluh Agama Islam harus melek teknologi, untuk mengejar dan meredam kesimpangsiuran informasi keagamaan yang beredar dimasyarakat.

 

  III.            Kesimpulan

Konflik keagamaan merupakan keniscayaan yang menjadi bawaan manusia hidup di dunia. Dengan melalui jejaring media social, maka apabila kita tidak bijak dan mengecek kebenaran informasi atau berika, maka akan dapat menimbulkan konflik, yang dapat merusak kerukunan dan perasatuan dan kesatuan bangsa.

Untuk itu, marilah kita jangan mudah termakan informari atau berita di media social. Cek dulu kebenarannya (tabayyun) dan jangan buru- buru meng share berita itu. Karena memang ada fihak yang diuntungkan dari beri palsu atau bohong di media social. Lebih baik diam dan batasi dalam bermedia social kalua memang tidak mampu mewarnai secara positif dan produktif. Semoga bermanfaat.

 

DAFTAR PUSTAKA

 

https://www.merdeka.com/sumut/7-jenis-media-sosial-lengkap-penjelasan-dan-contohnya-kln.html

https://youtu.be/GzrDaXns8Ww

M. Quroish Shihab https://www.liputan6.com/news/read/3003091/quraish-shihab-keragaman-itu-keniscayaan-yang-dikehendaki-allah.

Sri Sultan Hamengku Buwono X, Selasa (14/10) di Auditorium Kampus Terpadu UII. https://www.uii.ac.id/keberagaman-merupakan-keniscayaan/

Via Al-Qur'an Indonesia https://quran-id.com

 

 



[1] Sukur Widodo, S.Pd.I Penyuluh Agama Islam Fungsional Kankemenag Kabupaten Purworejo.

[3] Sri Sultan Hamengku Buwono X, Selasa (14/10) di Auditorium Kampus Terpadu UII. https://www.uii.ac.id/keberagaman-merupakan-keniscayaan/

[4] M. Quroish Shihab https://www.liputan6.com/news/read/3003091/quraish-shihab-keragaman-itu-keniscayaan-yang-dikehendaki-allah.

[6] * Via Al-Qur'an Indonesia https://quran-id.com

[7] https://youtu.be/GzrDaXns8Ww


PondokLentera

Hukum Memasak dan Mencuci bagi Istri - PondokLentera

Arti Syukur, Makna Syukur dan Cakupannya Syukur - pondoklentera

Kenaikan BBM Perjudian Jokowi oleh Syukur Widodo _ PondokLentera

Perintah Menuntut Ilmu dan Keutamaan Ilmu dalam Islam _ PondokLentera

Khutbah Jum'at Bahasa Jawa Njagi Kerukunan Masyarakat Oleh Syukur Widodo

Peran NU Ranting Desa Kalimeneng dalam Mengajarkan Ilmu Agama - pondoklentera

Khutbah Jum'at Singkat Bahasa Jawa Tentang Puasa Ramadhan _ pondokLentera