Kyai Parak Bambu Runcing dalam Memori Nyai Hj. Fatimah Tempel Sleman Yogyakarta Oleh: Syukur Widodo, S.Pd.I
Kyai Subchi Parak Bambu Runcing dalam Memori Nyai Hj. Fatimah Tempel Sleman Yogyakarta Oleh: Syukur Widodo, S.Pd.I dok. pondoklentera.com Kyai Subchi Parak Bambu Runcing dalam Memori Nyai Hj. Fatimah Tempel Sleman Yogyakarta Oleh: Syukur Widodo, S.Pd.I Al Kisah. Pada suatu malam yang pekat, kabut menyelimuti, dingin menusuk kalbu, angin semilir memporak porandakan kenyamanan. Namun, tidak menghalangi orang - orang dari segala penjuru. Ada yang naik kerata api, ada yang jalan kaki menyusuri gunung, ada yang jalan kaki menerjang hutan. Tiada rasa takut, tiada gentar, keluarga pun di tinggalkan, ketika panggilan Jihad Fisabilillah yang di Gaungkan KH. Hasyim Asy'ari Tebuireng. Ribuan orang, berbondong - bondong satu tujuan datang ke bumi Tembakau Parakan Temanggung. Memang ini terasa konyol, halu level dewa, tidak masuk akal jauh dari rasionalitas. Ribuan orang yang datang ke Parakan hanya membawa sebatang tongkat bambu. Entah apapun jenis bambu itu; bambu ...