Langsung ke konten utama

Penjara Nusakambangan KHR. Sulaiman Sindurjan Purworejo dan KH. Abdul Hamid Kajoran Magelang Oleh: Syukur Widodo, S.Pd.I

Penjara Nusakambangan KHR. Sulaiman Sindurjan Purworejo  dan KH. Abdul Hamid Kajoran Magelang Oleh: Syukur Widodo, S.Pd.I

dok. pondoklentera.com


Goresan Penjara Nusakambangan KHR. Sulaiman Sindurjan Purworejo

dan KH. Abdul Hamid Kajoran Magelang

Oleh: Syukur Widodo, S.Pd.I

 

Purworejo - Al Kisah KHR. Sulaiman Sindurjan Purworejo dan KH. Abdul Hamid Kajoran Magelang, harus menjalani hukuman dan penjara di Pulau Nusakambangan Cilacap Jawa Tengah.

Pada masa perjuangan sebelum tahun 1945 M dan awal kemerdekaan tahun 1945 M, KHR. Sulaiman Sindurjan Kab. Purworejo aktif dalam menggalang dan menopang logistik Laskar Hizbullah pada masa perjuangan melawan penjajah Belanda di wilayah Kedu khususnya wilayah Kabupaten Purworejo. Adapun KH. Abdul Hamid Kajoran Magelang aktif menggalang dan menopang Laskar Hizbullah Kedu di wilayah Kabupaten Magelang dan Temanggung.

 


Laskar Hizbullah adalah satuan paramiliter santri dan pemuda Islam yang dibentuk pada masa pendudukan Jepang (1944) dan menjadi garda terdepan mempertahankan kemerdekaan pada 1945.

Dikisahkan KHR. Sulaiman sering menghantarkan persediaan logistik bahan pokok makanan dan konsumsi sehari- hari para pejuang Laskar Hizbullah di hutan dan lereng - lereng perbukitan menoreh dan kaki bukit Sindoro Sumbing bahu membahu dan silih berganti dengan KH. Abdul Hamid Kajoran melalui telik sandi - telik sandi yang handal.

Laskar Hizbullah di wilayah Kedu telah melahirkan tokoh yang pada akhirnya menjabat sebagai Menteri Agama, yaitu KH Saifuddin Zuhri. Dengan karya bukunya yang fenomenal "Guruku Orang- Orang Pesantren". Beliau menjabat sebagai Menteri Agama Republik Indonesia pada masa pemerintahan Presiden Soekarno. Ia resmi dilantik pada 2 Maret 1962, menggantikan Menteri Agama sebelumnya yakni K.H. Wahib Wahab. Ia memegang amanah tersebut hingga tahun 1967.

Takdir pun menjemput KHR. Sulaiman dan KH. Abdul Hamid Kajoran, suatu ketika telik sandi penghantar logistik Laskar Hizbullah tertangkap oleh Tentara Belanda. Perjuangan menyiapkan dan menopang Laskar Hizbullah untuk memperjuangkan dan mempertahankan Kemerdekaan Republik Indonesia inilah yang telah menghantarkan KHR. Sulaiman Sindurjan Kab. Purworejo dan KH. Abdul Hamid Kajoran Kab. Magelang merasakan pahit pedihnya perjuangan. Tentu Allah ta'ala yang akan memberikan pahala dan surga di akherat sebagai hadiahnya. Diceritakan oleh KHR. Farid Sindurjan Kab. Purworejo. Semoga bermanfaat. Wallahu A'lam bi Showab.

PondokLentera

Hukum Memasak dan Mencuci bagi Istri - PondokLentera

Arti Syukur, Makna Syukur dan Cakupannya Syukur - pondoklentera

Kenaikan BBM Perjudian Jokowi oleh Syukur Widodo _ PondokLentera

Perintah Menuntut Ilmu dan Keutamaan Ilmu dalam Islam _ PondokLentera

Khutbah Jum'at Bahasa Jawa Njagi Kerukunan Masyarakat Oleh Syukur Widodo

Peran NU Ranting Desa Kalimeneng dalam Mengajarkan Ilmu Agama - pondoklentera

Khutbah Jum'at Singkat Bahasa Jawa Tentang Puasa Ramadhan _ pondokLentera