Sejarah Syekh Maulana Maghribi Gunungwangi Kaligesing Purworejo Oleh Syukur Widodo, S.Pd.I
Sejarah Syekh Maulana Maghribi Gunungwangi Kaligesing Purworejo Oleh Syukur Widodo, S.Pd.I
![]() |
| dok. pondoklentera.com |
Sejarah Syekh Maulana Maghribi Gunungwangi
Kecamatan Kaligesing Kabupaten
Purworejo
Oleh: Syukur Widodo, S.Pd.I
Sejarah penyebaran Agama
Islam di Bumi Bagelen atau Kabupaten Purworejo, merupakan kajian yang sangat
menarik. Penulisan sejarah ini, dihimpun dari cerita mulut kemulut, berdasarkan
situs makam, dan penelusuran referensi atau literatur tentang situs makam
terkait yang relevan.
Salah satu situs makam
sebagai bukti telah terukir sejarah penyebaran agama Islam di Bumi Bagelen atau
sekarang Kab. Purworejo, salah satunya adalah situs Makam Syekh Maulana
Maghribi yang berada di Desa Gunungwangi Kecamatan Kaligesing Kabupaten
Purworejo Jateng. Kalau kita menelusuri makam Syekh Maulana Maghribi, kita
dapat menemukan makam - makam yang tersebar diberbagai daerah di Indonesia.
Lebih lanjut, apabila
dilakukan googling dengan kata “maghribi”, maka dapat ditemukan hal
sebagai berikut; Maghribi
secara harfiah berasal dari bahasa Arab yang berarti "Barat" atau
"tempat terbenamnya matahari". Istilah ini sangat lekat dengan
beberapa konteks berikut:
Ø Wilayah Geografis (Maghreb): Merujuk pada kawasan di
ujung barat dunia Arab, yang mencakup negara-negara Afrika Utara seperti
Maroko, Aljazair, Tunisia, Libya, dan Mauritania.
Ø Negara Maroko: Maroko sering disebut sebagai Negeri
Maghribi karena lokasinya yang berada paling barat di wilayah Afrika Utara.
Selanjutnya dalam
perjalanan rutinitas penulis menunaikan bimbingan dan penyuluhan sebagai
Penyuluh Agama Islam KUA Butuh Kankemenag Kab. Purworejo, alhamdulillah rutinan
siang sore berjalan seperti biasa saja. Tuan rumah yang asalnya dari Demak,
suatu ketika bekerja di Kalimantan menyempatkan sowan Guru Sekumpul dan di beri
ijazah sholawat. Tuan Rumah memberikan teks sholawat tersebut, meminta untuk
dipelajari dan di terjemah. Dalem husnudhon itu surat dari beliau Guru
Sekumpul. Lahul Fatihah...
Googling dan browsing
berdasarkan teks sholawat dengan tulisan tangan, diketemukan pada laman NU
Online. Yaitu, teks sholawat tersebut sebagai Sholawat ‘Adhimiyah. Sholawat
Adhimiyah adalah shalawat yang ditulis Sayyid Ahmad bin Idris al-Maghrabi.
Nama lengkap penulisnya
adalah Imam al-‘Arif Billah Sayyid Ahmad bin Idris bin Muhammad bin Ali bin
Ahmad bin Muhammad bin Abdullah bin Ibrahim bin Umar bin Ahmad bin Abdul Jabbar
al-Hasani. Ia memiliki garis keturunan dari Rasulullah melalui jalur Sayyidina
Hasan bin Sayyidina Ali, suami Sayyidah Fatimah az-Zahra binti Rasulullah
saw. Sayyid Ahmad bin Idris al-Maghrabi
lahir di Maisur, salah satu perkampungan yang terletak di kota Fes, Maroko.
Sedangkan tahun kelahirannya, para ulama sejarah masih berbeda pendapat. Ada
yang mengatakan pada bulan Rajab tahun 1163 H bertepatan dengan tahun 1749 M,
dan ada pula yang mengatakan pada tahun 1172 H/1757 M.
Pada
Situs Syekh Maulana Maghribi Cirebon, Sayyidi Syarif Maulana Muhammad
Al-Maghribi Al-tabrizi atau yang dikenal sebagai Syaikh Maulana
Maghribi (1321-1465) salah satu walisongo. Nama Beliau juga tercatat
sebagai Anggota Dewan Walisongo Senior (Angkatan Pertama). Makam anggota senior
Wali Songo ini berada di Kota Cirebon, Jawa Barat, tepatnya di kompleks Kesultanan Kanoman.
Syeikh Maulana Maghribi merupakan salah satu
penyebar Islam generasi pertama. Beliau jauh ada sebelum Para Walisongo, Sunan
yang kita kenal saat ini. Berasal daerah Maghrib, atau Maroko di Benua Afrika
bagian Utara. Menurut Sejarawan, Agus Sunyoto, dikabarkan beliau wafat pada
tahun 1419. Merupakan bagian dari Angkatan ke-1 (1404 – 1435 M), yang terdiri
dari Maulana Malik Ibrahim (wafat 1419), Maulana Ishaq, Maulana Ahmad Jumadil
Kubro, Maulana Muhammad Al-Maghrabi, Maulana Malik Isra’il (wafat 1435),
Maulana Muhammad Ali Akbar (wafat 1435), Maulana Hasanuddin, Maulana
‘Aliyuddin, dan Syekh Subakir atau juga disebut Syaikh Muhammad Al-Baqir (www.quran.islami.co).
Ada sebuah Kata kunci yang sering disampaikan oleh Gus Baha, perihal
sejarah islam nusantara; Mbah Maemon Zubair nate ngendhiko "Gusti Allah
ta'ala ora ridho Islam neng Andalusia Spanyol runtuh musnah 1492 M, njuk di
gantikan Islam enten Indonesia". Bisa dikroscek selagi beliau masih sehat.
Kesultanan Islam
Andalusia Spanyol Sultan Granada Muhammad XII resmi menyerah pada 2 Januari
1492 M. Sedangkan Kesultanan Demak Bintoro Raden Patah berdiri pada kisaran
tahun 1500 M.
Berdasarkan uraian- uraian
di atas, premis- premis minor pada
kasuistik- kasuistik tentang Syekh Maulana Maghribi, penulis merumuskan sebuah
hepotese kerangka teoritik dasar dalam membedah sejarah masuknya Agama Islam di
Nusantara ke dalam tiga fase sebagai berikut:
v Fase ke-1, gelombang Ulama Maghrib
Jilid I dari tanah Maghrib Maroko yang terdiri dari ratusan hingga ribuah orang
dengan moda kapal sebagai transportasinya, sebelum delegasi Pimpinan Syekh
Jumadil Kubro 1339 M/ 800 M. Gelombang Ulama Maghrib Jilid I ini, di anggap
gagal atau sengaja di anggap gagal menunaikan misi penyebaran Agama Islam untuk
menyembunyikan jejak- jejak pergerakannya. Sebagaimana Mbah Nur Iman Mlangi dan
Mbah Alim Basaiban Al Idrisi Bulus, menyembunyikan pergerakan dan dzurriyahnya.
v Fase ke-2, delegasi Pimpinan Syekh
Jumadil Kubro Persia Iran: Spesifikasi; mau’nah/ keramat, kanuragan, observasi
serta identifikasi potensi wilayah (merujuk pada maziyah/ keahlian Shohabat
Salman Al Farisi RA) tahun 1399 M/ 800 H.
v Fase ke-3 Gelombang Ulama Maghribi Jilid
II dari tanah Maghrib Maroko; spesifikasi Pendidikan/ tafaqquh fiddin tahun 1403 M/ 805 H. Gelombang Ulama Maghrib inilah yang
mengetengahkan istitalah “Wali Songo”, sebagai ujung tombak/ poros/ penyerang
(dalam istilah sepakbola). Tentu ada false nine, sebagaimana diutarakan KHR.
Farid Sulaiman Sindurjan “bahwa dalam dakwah, pendidikan maupun Pondok
Pesantren, sebagaimana permainan sepakbola; ada yang jadi penyerang, gelandang,
false nine, back, penjaga gawang serta pelatih”
1. Apakah ulama ulama maghribi (Syekh
Maulana Maghribi) yang bertebaran di seantero nusantara juga dari jalur
Sayyidina Hasan jalur al Idrisi Maroko ?
2. Kira- kira tahun berapa para Ulama
Maghribi berkiprah di Nusantara ?
Kedua, adapun kedatangan Syekh Maulana Maghribi yang makamnya terletak di Desa
Gunungwangi Kaligesing, yaitu pada kisaran tahun 1404 M atau awal- awal tahun
1400 M/ 801 H. Sedangkan Makam Syekh Maulana Magribi di Desa Baledono,
kemungkinan besar adalah petilasan yang menunjukkan bahwa Syekh Maulana Magribi
Gunungwangi Kaligesing pernah berperan dan berkiprah di Desa Baledono. Karena,
umumnya para Ulama atau Sunan memilih tinggal dan dimakamkan di akhir hayatnya
di daerah pegunungan, dan memungkinkan ada pegunungan di nama mereka berkiprah.
Semoga bermanfaat bagi
masyarakat umum, dan penggiat sejarah lain dan generasi berikutnya. Penulis
sangat terbuka atas koreksi dan otokritik maupun saran atas tulisan ini.
Wallahu A’lam bi Showab
