Mengapa Terjadi Konflik Sosial Politik dan Keagamaan oleh Syukur Widodo, S.Pd.I
Mengapa Terjadi Konflik Sosial Politik dan Keagamaan oleh Syukur Widodo, S.Pd.I
Allah SWT., berfirman di dalam Surat
Al-Baqarah Ayat 120:
وَلَن تَرْضَىٰ عَنكَ ٱلْيَهُودُ وَلَا ٱلنَّصَٰرَىٰ حَتَّىٰ تَتَّبِعَ
مِلَّتَهُمْ ۗ قُلْ إِنَّ هُدَى ٱللَّهِ هُوَ ٱلْهُدَىٰ ۗ وَلَئِنِ ٱتَّبَعْتَ
أَهْوَآءَهُم بَعْدَ ٱلَّذِى جَآءَكَ مِنَ ٱلْعِلْمِ ۙ مَا لَكَ مِنَ ٱللَّهِ
مِن وَلِىٍّ وَلَا نَصِيرٍ
Artinya: Orang-orang Yahudi dan
Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka.
Katakanlah: "Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang
benar)". Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah
pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan
penolong bagimu.
Untuk memahami
mengapa konflik sosial, politik dan keagamaan senantiasa terjadi dari masa ke
masa dari zaman ke zaman. Tentunya kecenderungan manusia untuk menguasai dan
dominan atas manusia yang lain, hal tersebut Adalah salah satu sunatullah atas
terlahirnya manusia di dunia. Termasuk bagaimana Belanda ingin menguasai Nusantara
dan menghilangkan perlawanan dan dominasi ulama di Masyarakat, maka di utuslah
seorang ahli sosiologi dan antropologi untuk membuat rekonmendasi dan strategi
bagi pemerintah Hindia Belanda. Apakah setrategi memisahkankan Masyarakat dan
mengadu domba ala Pemerintah Hindia Belanda masih berlakukan sampai dengan
sekarang ? Mungkin itu jawaban atas statement bahwa kita hakekatnya belum Merdeka
!
Penelitian
Christiaan Snouck Hurgronje di Aceh pada tahun 1889–1891 bertujuan memetakan
kehidupan sosial, agama, dan budaya masyarakat untuk membantu pemerintah
kolonial Belanda merumuskan strategi guna mengakhiri Perang Aceh yang
berlarut-larut.
Latar Belakang dan
Tujuan:
1.
Mengatasi Kebuntuan Militer: Perang Aceh yang dimulai sejak 1873
sangat sulit ditaklukkan karena bersifat perang rakyat yang berakar pada
semangat religius.
2.
Menyamar sebagai Muslim: Snouck datang menggunakan nama
samaran Haji Abdul Gafar setelah mempelajari Islam dan mendekati para ulama
serta tokoh masyarakat.
Hasil Penelitian dan
Strategi:
1.
De Atjehers (1893–1894): Buku dua jilid karya Snouck yang
merinci adat istiadat, struktur sosial, dan kehidupan beragama orang Aceh
secara mendalam.
2.
Splitsingstheori (Teori Pemisahan): Pemikiran Snouck yang membagi unsur
kehidupan masyarakat Aceh menjadi tiga kategori: agama (Islam), adat istiadat,
dan politik/pemerintahan.
3.
Strategi Pecah Belah: Ia menyarankan agar Belanda tidak memerangi seluruh
aspek Islam secara membabi buta, melainkan memisahkan antara ibadah/sosial
dengan fanatisme politik/pan-Islam. Belanda harus menumpas perlawanan politik
kaum ulama, tetapi merangkul kaum bangsawan atau Ulebalang sebagai
sekutu.
Berdasarkan uraian di atas, maka adanya konflik sosial, politik dan keagamaan yang kita alami dan rasakan di masyarakat maupun melalui media sosial, hipotesisnya merupakan by design pun kita sebagai masyarakat Indonesia khususnya menikmati konflik serta adudomba itu sendiri. Wallahu A’lam bi Showab.